Seperti Apa Pakaian Adat Aceh Wanita?

Atasan untuk wanita adalah lengan panjang. Baju ini memiliki kerah dan motif sulam benang emas yang khas seperti pakaian China. Sedangkan untuk bentuknya, gaun gangor ini agak panjang hingga pinggul untuk menutupi seluruh lekukan dan aurat tubuh pemakainya. Dari bentuk dan motifnya, terlihat bahwa kaos ini adalah hasil perpaduan budaya Melayu, Arab, dan Cina, ujar dari situs pendidikan infosoalpelajaran.com.

Pakaian Adat Aceh Wanita
Pakaian Adat Aceh Wanita

Cunks Weasel Weasel

Secara umum, celana panjang dikenakan pada pakaian tradisional Aceh untuk pria dan wanita adalah sama. Cocks musang celana dilengkapi dengan lilitan sarung di sepanjang lutut sebagai penghias. Kami akan dengan mudah melihat perempuan Aceh menggunakan celana ini terutama ketika ada pertunjukan tari saman.

Tutup kepala dan Perhiasan

Sesuai dengan julukan Serambi Mekah dalam pakaiannya, pakaian adat dari provinsi Aceh untuk wanita sebanyak mungkin menutup semua bagian pribadinya, termasuk di kepala. Kepala perempuan Aceh ditutupi dengan cadar yang ditutupi dengan bunga segar yang disebut patham dhoi. Kepala dan bagian tubuh lainnya juga akan dilengkapi dengan berbagai pernak-pernik perhiasan seperti anting, gelang, kalung, dan lain sebagainya.

Pakaian Adat Nanggroe Aceh Darussalam

Pengantin pria (linto baro) dan pengantin (baro perawan), keduanya menggunakan kaos, celana dan sarung tangan songket yang sama. Bahan dasar gaun pengantin pertama ini dianyam dengan benang sutra. Saat ini banyak sekali kain yang terbuat dari katun, nilon, flanel, dan lain sebagainya. Untuk kemeja pengantin pria dan celana hitam, sementara gaun pengantin berwarna merah atau kuning dengan celana panjang hitam.

Hukum adat pakaian datang dengan beberapa jenis pernak-pernik yang biasa selalu dikenakan pada acara-acara khusus. Pernak-pernik termasuk:

Keureusang (Kerosang / Kerongsang / Bros)

adalah perhiasan yang memiliki panjang 10 cm dan lebar 7,5 cm. Peti perhiasan disematkan pada bajunya (jenis bros) yang terbuat dari emas bertatahkan berlian dan berlian.Bentuk keseluruhan seperti hati dihiasi dengan berlian dan perhiasan berlian nomor 102. Keureusang digunakan sebagai pakaian penyemat (seperti penetrasi) di dada. Perhiasan adalah barang mewah dan itu adalah orang yang mengenakan pakaian tertentu seperti perhiasan setiap hari.

Apakah Piring Dhoe piring Termasuk Pakaian Adat Aceh?

Dhoe adalah perhiasan dahi seorang wanita Aceh. Biasanya terbuat dari emas atau dari emas berlapis perak. Bentuknya seperti mahkota. Sepiring Dhoeterbuat dari perak emas. Dibagi menjadi tiga bagian satu sama lain terhubung dengan engsel. Di bagian tengahnya terdapat ukuran kaligrafi dengan tulisan-tulisan Tuhan dan di bagian tengah terdapat tulisan-tulisan motif-Mohammad yang disebut Bungong motif ukiran kalimat-titik kecil yang dilingkari dan bunga-bunga.

Peuniti

Untai Peuniti terbuat dari emas; terdiri dari tiga motif hias Pinto Aceh. Motif Pinto Aceh dibuat dengan mengukir piligran yang ditenun dengan pola pakis dan bentuk kuncup bunga. Di bagian tengah ada motif boheungkot (titik-titik kecil seperti telur ikan). Motif Pinto Aceh terinspirasi dari bentuk rumah, Aceh sekarang dikenal sebagai motif ukiran khas Aceh. Peuniti digunakan sebagai ornamen wanita, serta pakaian penyemat.

Simplah

Simplah adalah peti perhiasan untuk wanita. Terbuat dari perak emas. Terdiri dari 24 buah lempengan heksagonal dan dua lemping oktagonal. Setiap piring dihiasi dengan ukiran bunga dan motif daun dan permata merah di tengah.Plat-plat itu disambung dengan dua rantainya rantaiSimplah mempunayi ukuran 51 cm panjang dan lebar 51 cm .

Subang Aceh

Subang Aceh memiliki diameter dengan ukuran 6 Cm. Pasangan Subang terbuat dari emas dan permata. Bentuknya seperti bunga matahari dengan kelopak ujung runcing yang runcing. Bagian atas lempengan berbentuk bunga Matahari disebut “Sigeudo Subang”. Anting-anting Anting-anting juga disebut uro Bungong mata.

Taloe Jeuem

Strand tali jam terbuat dari perak emas. Terdiri dari serangkaian cincin kecil dengan hiasan berantai berbentuk be4ntuk ikan (dua potong) dan satu kunci. Di ujung rantai ada dua sosok berbentuk kait delapan. Tali jam tangan ini adalah pelengkap pakaian tradisional pria yang terlibat dalam pakaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *